Saham BUMI: Dari Spekulasi Kilat hingga Investasi Jangka Panjang, Intip Rahasia Para Investor!
Glitik - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menarik perhatian investor ritel dan trader jangka pendek yang mencari peluang dari volatilitas tinggi saham batubara ini. Investor aktif memanfaatkan fluktuasi harian dengan toleransi risiko tinggi demi meraih profit cepat di pasar yang dinamis terkait Saham BUMI
Ketertarikan investor terhadap saham BUMI melonjak signifikan, terlihat dari kenaikan harga saham hingga 95% year-to-date pada November 2025. Transaksi jumbo dengan nilai mencapai Rp1 triliun serta kinerja keuangan yang membaik, termasuk pendapatan USD 677,9 juta semester pertama 2025, menjadi pemicu utama sentimen positif. Selain itu, langkah restrukturisasi utang dan akuisisi Wolfram Limited memperkuat posisi Saham BUMI dalam menghadapi transisi energi yang menantang.
Para investor mengincar keuntungan cepat lewat strategi trading momentum dengan target harga antara Rp160-176, membeli di level support Rp149-154, serta menerapkan stop loss ketat demi menghindari kerugian besar. Analis pun merekomendasikan strategi beli akumulatif untuk memanfaatkan potensi kenaikan pasca tren bullish.
Tujuan akhir investor bukan hanya profit cepat, tetapi juga diversifikasi portofolio guna memaksimalkan return dari prospek batubara dan ekspansi ke sektor non-batubara. Ini sekaligus bertujuan mengurangi risiko likuiditas melalui restrukturisasi dan mencapai profit stabil di tengah volatilitas pasar. Secara jangka panjang, mereka berharap Saham BUMI mampu meningkatkan margin profitabilitas untuk keberlanjutan bisnis.
Namun, banyak investor belum sepenuhnya memahami risiko seperti kondisi overbought, absennya dividen, dan valuasi yang tinggi (P/E 146x) yang membuat saham BUMI kurang menarik untuk investasi jangka panjang tanpa landasan fundamental kuat. Penurunan produksi semester pertama 2025 serta ketergantungan pada siklus batubara juga sering diabaikan, sehingga investor gagal mengantisipasi koreksi harga seperti penurunan 0,83% ke Rp240 pada 28 November 2025.